Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari.
Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.
Bulan Desember, bulan yang dinanti-nantikan semua orang Kristen, kenapa? Tentu alasannya karena sebentar lagi kita akan menyongsong hari Natal, hari peringatan kelahiran Tuhan kita, Yesus Kristus. Natal memang sudah menjadi peristiwa tahunan yang selalu dirayakan setiap menjelang akhir tahun, di mana orang-orang mulai mempersiapkan diri, ada yang mulai merencanakan ingin berlibur ke mana, atau ada yang sudah merencanakan untuk membeli barang-barang pernik-pernik Natal, atau bahkan ada yang sudah mulai Christmas shopping. Memang beragam cara orang-orang merayakan Natal.
Namun, 1 hal yang terkadang terbesit di pikiran saya. Apa sih, sebenarnya makna dari Natal itu? Apakah Natal harus selalu disambut dengan semua yang wah, semua yang baru, semua yang penuh gegap gempita dan semua yang meriah?
Pernah suatu kali saya bersama teman-teman di lingkungan gereja kami di JKT, kami mengadakan aksi Natal dengan berkunjung ke salah satu panti asuhan. Awalnya saya merasa bosan, kok Natalan bersama orang-orang lain yang saya gak kenal, rasanya kok,… tidak nyaman. Namun semuanya berubah ketika kami sampai di panti tersebut. Kami disambut dengan keramahan orang-orang di sana, dan melihat kondisi pantinya yang sudah agak tua, seketika itu juga, mata saya seperti terbuka. Saya seperti merasa ditegur oleh yang Di Atas. Selama ini saya selalu merayakan Natal, namun saya seperti kurang mendapat makna dari Natal itu sendiri. Namun, ketika berada di panti tersebut, melihat kegembiraan orang-orang yang tinggal di sana, melihat keceriaan mereka menyambut kedatangan kami dan melihat begitu senangnya mereka menerima tanda mata dari lingkungan kami, saat itu saya merasa, aah.. ini Natal. Inilah makna Natal yang sebenarnya yang selama ini tidak pernah saya alami.
Ya, Natal adalah peristiwa kasih. Kasih yang sudah diberikan Allah Bapa untuk kita, 2000 tahun yang lalu dengan kelahiran Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus. Natal merupakan manifestasi cinta kasih yang harus kita syukuri. Dengan berbagi damai dan kasih kepada orang-orang di sekitar kita, saat itu lah makna Natal bisa terasa di hati setiap orang yang kita temui.
Berbagi damai, berbagi kasih, bisa kita mulai dari hal yang sederhana, seperti di tengah keluarga kita, atau dengan teman-teman kita, atau boleh dengan setiap orang yang kita temui, di manapun kita berada. Semoga dengan berbagi damai dan kasih, kita bisa terus mengobarkan semangat Natal di hati orang-orang dan di hati kita masing-masing.
Selamat Natal. Tuhan berkati.
Yohannes V. Panduputra
Sumber :
Arti Natal
Natal
REPUBLIKA.CO.ID - Saat kita membeli kopi di supermarket, biasanya sudah ada kemasan plastik yang mewadahinya. Namun, setelah sampai di rumah, tahukah Anda cara menyimpa kopi tersebut dengan benar?
Menurut Coffe Specialist dari UKMI (Usaha Kita Makmur Indonesia), Andrew Susanto, Kopi tak perlu dikeluarkan dari kemasan kemudian dituangkan ke dalam stoples. “Buka kemasannya sedikit saja kemudian ditutup kembali rapat-rapat,” ujarnya.
Setelah itu, masukkan kemasan yang sudah ditutup itu ke dalam toples yang kedap udara, atau paling tidak penutup toples tersebut benar-benar rapat.
Menurutnya, dengan cara ini kopi akan semakin awet dan tahan lama. Ini karena udara yang kelua masuk semakin sedikit. Toples kopi tersebut ditaruh di dalam lemari dapur dengan suhu ruangan yang stabil, dan jangan masukkannya ke dalam lemari es karena bisa merusak karakteristik kopi.
Jika terpaksa membuka kemasan karena rusak atau tidak layak pakai, masukkan bubuk kopi ke dalam toples dan pastikan tutup toples betul-betul kedap udara. Kopi dengan penyimpanan yang baik bisa bertahan dua hingga tiga bulan.
TRIBUNNEWS.COM - Kanker rongga mulut dapat juga dideteksi dini sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter ahli bedah mulut. Dokter Spesialis Bedah Mulut dan juga Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unhas drg Muhammad Ruslim MKes SpBM mengatakan, sebagian besar dokter dan dokter gigi menyarankan agar seseorang berperan aktif dalam deteksi dini keganasan dalam rongga mulut dengan cara melakukan pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Deteksi dini kanker rongga mulut ini bertujuan untuk mengenali atau mencurigai terdapatnya kanker ronggo mulut pada tahap awal. "Pemeriksaan rongga mulut merupakan bagian yang penting dari evaluasi fisik dalam deteksi dini keganasan rongga mulut. Sehingga penobatan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang memuaskan dengan prognosa baik," ujar Ruslin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Sulawesi Persatuan Ahli bedah mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) Sulawesi ini.
Berikut tanda-tanda dini yang dapat ditemukan untuk kanker rongga mulut.
1. Adanya luka pada wajah, leher kepala atau mulut yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu.
2. Pembekakan, benjolan pada bibir, gusi atau daerah lainnya di dalam rongga mulut.
3. Adanya tanda kemerahan, pengerasan di sekitar rongga mulut.
4. Pendarahan yang berulang di dalam rongga mulut.
5. Parasthesia, nyeri di sekitar wajah, mulut atau leher.
6. Nyeri pada telinga.
7. Kesulitan pada menggerakkan rahang atau lidah.
8. Pembekakan rahang sehingga gigi tiruan menjadi tidak fit dan stabil.
9. Perubahan suara.
10. Massa di leher.
11. Kehilangan berat badan.
Deteksi dini kanker rongga mulut ini bertujuan untuk mengenali atau mencurigai terdapatnya kanker ronggo mulut pada tahap awal. "Pemeriksaan rongga mulut merupakan bagian yang penting dari evaluasi fisik dalam deteksi dini keganasan rongga mulut. Sehingga penobatan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang memuaskan dengan prognosa baik," ujar Ruslin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Sulawesi Persatuan Ahli bedah mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) Sulawesi ini.
Berikut tanda-tanda dini yang dapat ditemukan untuk kanker rongga mulut.
1. Adanya luka pada wajah, leher kepala atau mulut yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu.
2. Pembekakan, benjolan pada bibir, gusi atau daerah lainnya di dalam rongga mulut.
3. Adanya tanda kemerahan, pengerasan di sekitar rongga mulut.
4. Pendarahan yang berulang di dalam rongga mulut.
5. Parasthesia, nyeri di sekitar wajah, mulut atau leher.
6. Nyeri pada telinga.
7. Kesulitan pada menggerakkan rahang atau lidah.
8. Pembekakan rahang sehingga gigi tiruan menjadi tidak fit dan stabil.
9. Perubahan suara.
10. Massa di leher.
11. Kehilangan berat badan.
Dunia seharusnya sudah memiliki perjanjian pengganti Protokol Kyoto sejak dua tahun lalu.
Di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 lalu, lebih dari 190 negara yang tergabung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu untuk mencari kata sepakat dalam upaya menahan laju pertumbuhan emisi gas rumah kaca yang berada di permukaan bumi. Dari Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP 15) di Kopenhagen itulah perjanjian pengganti Protokol Kyoto diharapkan muncul.
Sayangnya, kesepakatan penting yang berpotensi menyelamatkan bumi dari kerusakan dan bencana itu gagal hadir.
Apa itu Protokol Kyoto?
Konvensi internasional yang mulai diterapkan pada 2005 ini mewajibkan negara-negara maju, sering disebut negara Annex I (Uni Eropa, Jepang, Kanada, Rusia, beberapa di antaranya), untuk mengurangi buangan emisi karbondioksida mereka.
Mereka dianggap lebih mampu secara ekonomi untuk beralih ke teknologi atau sumber energi yang lebih bersih. Negara-negara maju juga sudah punya keunggulan berpuluh-puluh tahun daripada negara berkembang untuk ‘membuang’ gas karbondioksida ke udara sehingga bisa kaya seperti sekarang.
Meski begitu, Amerika Serikat, salah satu polutan terbesar dunia yang juga negara maju, menolak terikat pada Protokol tersebut.
Ketergantungan Amerika Serikat pada bahan bakar fosil serta kedekatan administrasi Presiden George W Bush (saat itu) dengan industri minyak adalah beberapa faktor yang menyebabkan AS tak mau terikat pada perjanjian dunia ini.
Maka itu, apapun perjanjian dunia yang muncul untuk menggantikan Protokol Kyoto harus dapat memasukkan Amerika Serikat di dalamnya.
Setiap tahun, perwakilan dari negara-negara di bawah PBB bertemu untuk merancang sebuah perjanjian internasional yang mengikat secara hukum untuk mengurangi buangan karbondioksida dunia.
Terlambat dua tahun dari tenggat waktu yang tercantum pada Protokol Kyoto, negara-negara dunia itu pun mencoba lagi menghasilkan kesepakatan global.
Di Durban, Afrika Selatan, pada 11 Desember 2011, Konferensi Perubahan Iklim PBB akhirnya mengeluarkan kesepakatan untuk mulai memiliki perjanjian baru pengganti Protokol Kyoto pada 2015 yang akan mulai berlaku pada 2020.
Kesepakatan yang baru akan keluar pada 2015 dan berlaku pada 2020 itu rencananya akan mengikat negara maju dan negara berkembang untuk mengurangi emisi karbondioksida mereka.
Lalu, apa yang terjadi antara sekarang sampai 2020? Hanya negara-negara Uni Eropa-lah yang menyatakan niatnya untuk terus mengurangi emisi karbon mereka.
Kanada, Jepang, dan Rusia –negara-negara polutan besar dunia—sudah menyatakan keluar dari Protokol Kyoto. Dengan Amerika Serikat tidak pernah terikat pada perjanjian ini, maka tidak ada lagi yang dapat mengontrol buangan karbondioksida ke bumi. Padahal emisi karbondioksida yang tinggi berpotensi menaikkan rata-rata suhu permukaan bumi.
Tanpa kendali internasional, dunia kini sedang menuju kenaikan rata-rata suhu permukaan bumi sebesar 4 derajat Celsius. Padahal, PBB sudah mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa kenaikan rata-rata suhu permukaan bumi yang dapat ditoleransi bumi ‘hanyalah’ 2 derajat Celsius.
Tampaknya kita sedang berjalan menuju kehancuran. Tapi jangan bayangkan kehancuran itu seperti kiamat yang datang lalu usai.
Dampak perubahan iklim datang berulang-ulang dengan keparahan yang makin meningkat. Bentuknya bisa berupa hujan yang semakin deras dan semakin sering sehingga menyebabkan banjir besar atau longsor. Bisa juga berupa kekeringan panjang, sehingga orang semakin sulit mencari air atau sawah-sawah tidak terairi.
Saat kekeringan melanda, gagal panen pun terjadi. Akibatnya, bahan pangan makin sulit dicari. Kalau ditemukan, harganya pun mahal. Bukan tidak mungkin, dunia akan kehabisan sumber makanan.
Susahnya membangun kesepakatan
Kenapa kesepakatan dunia untuk upaya menyelamatkan bumi itu susah sekali dicapai?
Emisi karbondioksida bukan hanya soal lingkungan semata. Ada aktivitas-aktivitas manusia di dalamnya, kemajuan ekonomi, biaya yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan infrastruktur dengan ekstremitas cuaca, serta kepentingan politik masing-masing negara.
Buat Amerika Serikat, negara yang paling dipaksa ikut dalam perjanjian internasional berikutnya, polusi yang mereka hasilkan tidak sebanyak Cina. Maka, Amerika Serikat pun meminta Cina harus ikut terikat dalam perjanjian baru tersebut. Sementara Cina berpendapat, besarnya buangan emisi mereka akibat banyaknya jumlah penduduk.
Selain itu, Cina berpendapat, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, atau Jepang, sudah lebih dulu mengotori bumi. Kenapa negara berkembang lainnya harus ikut menanggung dosa lingkungan negara-negara maju tersebut?
Cina juga kini beralasan bahwa mereka sudah melakukan banyak sekali inisiatif untuk beralih ke teknologi hijau. Hanya saja, Amerika Serikat meminta Cina membuka diri terhadap dunia internasional (dan lembaga pengukur emisi karbon asing) demi transparansi pelaporan inisiatif-inisiatif tersebut. Bagi Cina, ini bisa dianggap sebagai campur tangan atas kedaulatan negara mereka.
Amerika Serikat juga sudah kehilangan keunggulannya sebagai pemimpin di dunia internasional, setidaknya dari segi ekonomi dan inisiatifnya dalam isu perubahan iklim. Maka saat mereka menekan Cina itu bisa dilihat sebagai upaya menghambat kemajuan ekonomi Cina.
India juga menjadi negara berkembang dengan buangan polusi besar yang jadi sorotan dalam setiap Konferensi Perubahan Iklim PBB. Sama seperti Cina, mereka mengajukan alasan tingginya jumlah penduduk sebagai faktor penyebab besarnya polusi yang mereka hasilkan.
India juga menyebut bahwa mereka punya hak untuk berkembang secara ekonomi, mensejahterakan ratusan juta penduduk mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Bagi negara-negara seperti Rusia dan Kanada, masing-masing dengan ketergantungan terhadap industri perminyakan, pembatasan emisi karbondioksida berarti memberi beban bagi pertumbuhan ekonomi mereka.
Sementara, buat negara-negara kecil kepulauan, jumlah emisi karbondioksida yang beredar di udara bukan soal kesempatan ekonomi, tapi masalah hidup mati. Dampak perubahan iklim bisa berarti kematian bagi mereka. Kenaikan permukaan air laut bisa menenggelamkan negara mereka.
Negara-negara termiskin dunia pun masih mengalami permasalahan mendasar soal penyediaan makanan atau akses terhadap air. Apalagi nanti, saat dampak perubahan iklim mulai terasa.
Bahkan tak perlu menunggu nanti, laporan terbaru dari Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB yang beranggotakan ratusan peneliti dari berbagai negara sudah menyatakan, perubahan iklim adalah penyebab berbagai peristiwa cuaca ekstrem yang sudah terjadi belakangan ini. Dan peristiwa yang terjadi sekarang (masih ingat banjir Bangkok?) hanyalah kilasan dari skala peristiwa yang bisa terjadi di masa depan saat dampak perubahan iklim terjadi makin sering.
Di mana Indonesia?
Ada 123 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan perkotaan di pinggir pantai. Artinya, setengah penduduk Indonesia rentan terhadap dampak-dampak perubahan iklim.
Akses terhadap air pun masih sulit di sebagian kawasan timur Indonesia. Belum lagi petani-petani Indonesia yang kesulitan panen akibat kekeringan sambil terus tergerus produk pertanian impor. Pemasukan nelayan Indonesia pun bisa terus menyusut ketika cuaca di lautan makin tidak menentu.
Itu hanya beberapa contoh kelompok yang akan terancam oleh dampak perubahan iklim. Indonesia memiliki kerentanan sekaligus juga harus berkembang ekonominya.
Hanya saja, dalam tiga kali Konferensi Perubahan Iklim PBB yang saya datangi (Nusa Dua pada 2007, Kopenhagen pada 2009, dan Durban pada 2011), Indonesia terlihat tidak terlalu berminat membela kepentingan ekonominya (artinya, menjadi sama vokalnya dengan India dan Cina dalam perundingan internasional tersebut) atau membela kerentanan penduduknya (seperti yang dilakukan negara-negara termiskin atau negara kecil kepulauan).
Delegasi Indonesia tetap menyuarakan pentingnya negara-negara maju memikul tanggung jawab karbon mereka. Tetapi, suara mereka itu kalah keras dibanding upaya untuk menawarkan jasa hutan-hutan tropisnya dalam skema REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/mengurangi emisi akibat penebangan dan kerusakan hutan).
Lewat skema REDD ini, negara-negara maju akan membayar negara-negara berkembang pemilik hutan tropis (termasuk Indonesia) untuk tidak menebang hutan. Alasannya, hutan-hutan ini berperan untuk menyerap emisi karbondioksida. Dengan memiliki hutan tropis ketiga terluas di dunia, Indonesia tentu bisa diuntungkan dari skema ekonomi ini.
Selain soal REDD, Indonesia juga belum menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam perundingan di antara kelompok negara-negara berkembang yang kuat.
Negara-negara seperti India, Cina, Afrika Selatan, dan Brasil sudah membuat front tersendiri dengan nama BASIC untuk menggalang kekuatan saat menghadapi negara-negara maju. Tetapi buat Indonesia, yang penting adalah mempresentasikan aktivitas REDD yang sudah berlangsung di Indonesia. Dalam peliputan media internasional untuk negosiasi pun, suara dari Indonesia jarang dikejar.
Padahal, Indonesia membawa delegasi negosiator yang besar untuk datang ke Konferensi ini. Analisis yang dilakukan oleh Hoy Chicago menghitung bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah delegasi ketiga terbesar di Konferensi tersebut dengan 266 orang. Tuan rumah Afrika Selatan membawa 386 orang, dan Brasil, yang sedang menyiapkan diri untuk pekerjaan besar Konferensi Rio+20 pada Juni 2012 nanti, membawa 288 orang.
Pemain besar, Cina, membawa 154 orang. Jepang membawa 134 orang, nyaris setengah dari jumlah delegasi Indonesia. Amerika Serikat, lebih sedikit lagi, 93 orang. Pemain besar lain dalam negosiasi, India, malah hanya 49 orang.
Pavilion Indonesia yang mewah di Durban, Afrika Selatan--tempat pusat aktivitas pameran program-program menanggapi perubahan iklim yang sedang berlangsung di Indonesia--malah disponsori oleh tiga perusahaan besar yang berhubungan dengan penebangan hutan, kelapa sawit, serta penambangan minyak.
Jika Indonesia tak bisa menjaga kemandirian dari kepentingan industri dalam forum negosiasi pemerintahan, bagaimana kita bisa percaya pada niat pemerintah untuk melindungi penduduknya dari kerentanan atas dampak perubahan iklim?
Forum Konferensi Iklim PBB pun menjadi ajang tampil untuk kemudian mencari kerjasama-kerjasama antarnegara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sudah menetapkan target kesuksesan delegasi negosiator Indonesia ke Durban.
Yaitu, selain mendorong terbentuknya protokol baru, juga menciptakan peluang dan kerja sama pengelolaan hutan yang membawa keuntungan bagi Indonesia. “Jangan hadiri COP hanya untuk itu (lahirnya protokol baru). Kita ada tujuan, misalkan kerja sama perawatan hutan. Saya akan ukur keberhasilan delegasi ke Afsel dari dua itu," kata dia seperti dikutip Antara.
Tampaknya, ‘perubahan iklim’ baru menjadi alasan untuk mencari kerjasama asing daripada melindungi warga atau memikirkan cara terbersih dari segi lingkungan untuk mensejahterakan rakyat.
Di Kopenhagen, Denmark, pada Desember 2009 lalu, lebih dari 190 negara yang tergabung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu untuk mencari kata sepakat dalam upaya menahan laju pertumbuhan emisi gas rumah kaca yang berada di permukaan bumi. Dari Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP 15) di Kopenhagen itulah perjanjian pengganti Protokol Kyoto diharapkan muncul.
Sayangnya, kesepakatan penting yang berpotensi menyelamatkan bumi dari kerusakan dan bencana itu gagal hadir.
Apa itu Protokol Kyoto?
Konvensi internasional yang mulai diterapkan pada 2005 ini mewajibkan negara-negara maju, sering disebut negara Annex I (Uni Eropa, Jepang, Kanada, Rusia, beberapa di antaranya), untuk mengurangi buangan emisi karbondioksida mereka.
Mereka dianggap lebih mampu secara ekonomi untuk beralih ke teknologi atau sumber energi yang lebih bersih. Negara-negara maju juga sudah punya keunggulan berpuluh-puluh tahun daripada negara berkembang untuk ‘membuang’ gas karbondioksida ke udara sehingga bisa kaya seperti sekarang.
Meski begitu, Amerika Serikat, salah satu polutan terbesar dunia yang juga negara maju, menolak terikat pada Protokol tersebut.
Ketergantungan Amerika Serikat pada bahan bakar fosil serta kedekatan administrasi Presiden George W Bush (saat itu) dengan industri minyak adalah beberapa faktor yang menyebabkan AS tak mau terikat pada perjanjian dunia ini.
Maka itu, apapun perjanjian dunia yang muncul untuk menggantikan Protokol Kyoto harus dapat memasukkan Amerika Serikat di dalamnya.
Setiap tahun, perwakilan dari negara-negara di bawah PBB bertemu untuk merancang sebuah perjanjian internasional yang mengikat secara hukum untuk mengurangi buangan karbondioksida dunia.
Terlambat dua tahun dari tenggat waktu yang tercantum pada Protokol Kyoto, negara-negara dunia itu pun mencoba lagi menghasilkan kesepakatan global.
Di Durban, Afrika Selatan, pada 11 Desember 2011, Konferensi Perubahan Iklim PBB akhirnya mengeluarkan kesepakatan untuk mulai memiliki perjanjian baru pengganti Protokol Kyoto pada 2015 yang akan mulai berlaku pada 2020.
Kesepakatan yang baru akan keluar pada 2015 dan berlaku pada 2020 itu rencananya akan mengikat negara maju dan negara berkembang untuk mengurangi emisi karbondioksida mereka.
Lalu, apa yang terjadi antara sekarang sampai 2020? Hanya negara-negara Uni Eropa-lah yang menyatakan niatnya untuk terus mengurangi emisi karbon mereka.
Kanada, Jepang, dan Rusia –negara-negara polutan besar dunia—sudah menyatakan keluar dari Protokol Kyoto. Dengan Amerika Serikat tidak pernah terikat pada perjanjian ini, maka tidak ada lagi yang dapat mengontrol buangan karbondioksida ke bumi. Padahal emisi karbondioksida yang tinggi berpotensi menaikkan rata-rata suhu permukaan bumi.
Tanpa kendali internasional, dunia kini sedang menuju kenaikan rata-rata suhu permukaan bumi sebesar 4 derajat Celsius. Padahal, PBB sudah mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa kenaikan rata-rata suhu permukaan bumi yang dapat ditoleransi bumi ‘hanyalah’ 2 derajat Celsius.
Tampaknya kita sedang berjalan menuju kehancuran. Tapi jangan bayangkan kehancuran itu seperti kiamat yang datang lalu usai.
Dampak perubahan iklim datang berulang-ulang dengan keparahan yang makin meningkat. Bentuknya bisa berupa hujan yang semakin deras dan semakin sering sehingga menyebabkan banjir besar atau longsor. Bisa juga berupa kekeringan panjang, sehingga orang semakin sulit mencari air atau sawah-sawah tidak terairi.
Saat kekeringan melanda, gagal panen pun terjadi. Akibatnya, bahan pangan makin sulit dicari. Kalau ditemukan, harganya pun mahal. Bukan tidak mungkin, dunia akan kehabisan sumber makanan.
Susahnya membangun kesepakatan
Kenapa kesepakatan dunia untuk upaya menyelamatkan bumi itu susah sekali dicapai?
Emisi karbondioksida bukan hanya soal lingkungan semata. Ada aktivitas-aktivitas manusia di dalamnya, kemajuan ekonomi, biaya yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan infrastruktur dengan ekstremitas cuaca, serta kepentingan politik masing-masing negara.
Buat Amerika Serikat, negara yang paling dipaksa ikut dalam perjanjian internasional berikutnya, polusi yang mereka hasilkan tidak sebanyak Cina. Maka, Amerika Serikat pun meminta Cina harus ikut terikat dalam perjanjian baru tersebut. Sementara Cina berpendapat, besarnya buangan emisi mereka akibat banyaknya jumlah penduduk.
Selain itu, Cina berpendapat, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, atau Jepang, sudah lebih dulu mengotori bumi. Kenapa negara berkembang lainnya harus ikut menanggung dosa lingkungan negara-negara maju tersebut?
Cina juga kini beralasan bahwa mereka sudah melakukan banyak sekali inisiatif untuk beralih ke teknologi hijau. Hanya saja, Amerika Serikat meminta Cina membuka diri terhadap dunia internasional (dan lembaga pengukur emisi karbon asing) demi transparansi pelaporan inisiatif-inisiatif tersebut. Bagi Cina, ini bisa dianggap sebagai campur tangan atas kedaulatan negara mereka.
Amerika Serikat juga sudah kehilangan keunggulannya sebagai pemimpin di dunia internasional, setidaknya dari segi ekonomi dan inisiatifnya dalam isu perubahan iklim. Maka saat mereka menekan Cina itu bisa dilihat sebagai upaya menghambat kemajuan ekonomi Cina.
India juga menjadi negara berkembang dengan buangan polusi besar yang jadi sorotan dalam setiap Konferensi Perubahan Iklim PBB. Sama seperti Cina, mereka mengajukan alasan tingginya jumlah penduduk sebagai faktor penyebab besarnya polusi yang mereka hasilkan.
India juga menyebut bahwa mereka punya hak untuk berkembang secara ekonomi, mensejahterakan ratusan juta penduduk mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Bagi negara-negara seperti Rusia dan Kanada, masing-masing dengan ketergantungan terhadap industri perminyakan, pembatasan emisi karbondioksida berarti memberi beban bagi pertumbuhan ekonomi mereka.
Sementara, buat negara-negara kecil kepulauan, jumlah emisi karbondioksida yang beredar di udara bukan soal kesempatan ekonomi, tapi masalah hidup mati. Dampak perubahan iklim bisa berarti kematian bagi mereka. Kenaikan permukaan air laut bisa menenggelamkan negara mereka.
Negara-negara termiskin dunia pun masih mengalami permasalahan mendasar soal penyediaan makanan atau akses terhadap air. Apalagi nanti, saat dampak perubahan iklim mulai terasa.
Bahkan tak perlu menunggu nanti, laporan terbaru dari Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB yang beranggotakan ratusan peneliti dari berbagai negara sudah menyatakan, perubahan iklim adalah penyebab berbagai peristiwa cuaca ekstrem yang sudah terjadi belakangan ini. Dan peristiwa yang terjadi sekarang (masih ingat banjir Bangkok?) hanyalah kilasan dari skala peristiwa yang bisa terjadi di masa depan saat dampak perubahan iklim terjadi makin sering.
Di mana Indonesia?
Ada 123 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan perkotaan di pinggir pantai. Artinya, setengah penduduk Indonesia rentan terhadap dampak-dampak perubahan iklim.
Akses terhadap air pun masih sulit di sebagian kawasan timur Indonesia. Belum lagi petani-petani Indonesia yang kesulitan panen akibat kekeringan sambil terus tergerus produk pertanian impor. Pemasukan nelayan Indonesia pun bisa terus menyusut ketika cuaca di lautan makin tidak menentu.
Itu hanya beberapa contoh kelompok yang akan terancam oleh dampak perubahan iklim. Indonesia memiliki kerentanan sekaligus juga harus berkembang ekonominya.
Hanya saja, dalam tiga kali Konferensi Perubahan Iklim PBB yang saya datangi (Nusa Dua pada 2007, Kopenhagen pada 2009, dan Durban pada 2011), Indonesia terlihat tidak terlalu berminat membela kepentingan ekonominya (artinya, menjadi sama vokalnya dengan India dan Cina dalam perundingan internasional tersebut) atau membela kerentanan penduduknya (seperti yang dilakukan negara-negara termiskin atau negara kecil kepulauan).
Delegasi Indonesia tetap menyuarakan pentingnya negara-negara maju memikul tanggung jawab karbon mereka. Tetapi, suara mereka itu kalah keras dibanding upaya untuk menawarkan jasa hutan-hutan tropisnya dalam skema REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/mengurangi emisi akibat penebangan dan kerusakan hutan).
Lewat skema REDD ini, negara-negara maju akan membayar negara-negara berkembang pemilik hutan tropis (termasuk Indonesia) untuk tidak menebang hutan. Alasannya, hutan-hutan ini berperan untuk menyerap emisi karbondioksida. Dengan memiliki hutan tropis ketiga terluas di dunia, Indonesia tentu bisa diuntungkan dari skema ekonomi ini.
Selain soal REDD, Indonesia juga belum menjadi kekuatan yang diperhitungkan dalam perundingan di antara kelompok negara-negara berkembang yang kuat.
Negara-negara seperti India, Cina, Afrika Selatan, dan Brasil sudah membuat front tersendiri dengan nama BASIC untuk menggalang kekuatan saat menghadapi negara-negara maju. Tetapi buat Indonesia, yang penting adalah mempresentasikan aktivitas REDD yang sudah berlangsung di Indonesia. Dalam peliputan media internasional untuk negosiasi pun, suara dari Indonesia jarang dikejar.
Padahal, Indonesia membawa delegasi negosiator yang besar untuk datang ke Konferensi ini. Analisis yang dilakukan oleh Hoy Chicago menghitung bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah delegasi ketiga terbesar di Konferensi tersebut dengan 266 orang. Tuan rumah Afrika Selatan membawa 386 orang, dan Brasil, yang sedang menyiapkan diri untuk pekerjaan besar Konferensi Rio+20 pada Juni 2012 nanti, membawa 288 orang.
Pemain besar, Cina, membawa 154 orang. Jepang membawa 134 orang, nyaris setengah dari jumlah delegasi Indonesia. Amerika Serikat, lebih sedikit lagi, 93 orang. Pemain besar lain dalam negosiasi, India, malah hanya 49 orang.
Pavilion Indonesia yang mewah di Durban, Afrika Selatan--tempat pusat aktivitas pameran program-program menanggapi perubahan iklim yang sedang berlangsung di Indonesia--malah disponsori oleh tiga perusahaan besar yang berhubungan dengan penebangan hutan, kelapa sawit, serta penambangan minyak.
Jika Indonesia tak bisa menjaga kemandirian dari kepentingan industri dalam forum negosiasi pemerintahan, bagaimana kita bisa percaya pada niat pemerintah untuk melindungi penduduknya dari kerentanan atas dampak perubahan iklim?
Forum Konferensi Iklim PBB pun menjadi ajang tampil untuk kemudian mencari kerjasama-kerjasama antarnegara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sudah menetapkan target kesuksesan delegasi negosiator Indonesia ke Durban.
Yaitu, selain mendorong terbentuknya protokol baru, juga menciptakan peluang dan kerja sama pengelolaan hutan yang membawa keuntungan bagi Indonesia. “Jangan hadiri COP hanya untuk itu (lahirnya protokol baru). Kita ada tujuan, misalkan kerja sama perawatan hutan. Saya akan ukur keberhasilan delegasi ke Afsel dari dua itu," kata dia seperti dikutip Antara.
Tampaknya, ‘perubahan iklim’ baru menjadi alasan untuk mencari kerjasama asing daripada melindungi warga atau memikirkan cara terbersih dari segi lingkungan untuk mensejahterakan rakyat.
REPUBLIKA.CO.ID, Ingin menghindari masuk angin, jangan tinggal di dalam rumah. Begitu yang disarankan oleh ahli penyakit menular, Profesor Peter Collignon. Beberapa anggapan yang mengatakan bahwa cuaca dingin dan hujan di luar bisa menyebabkan sakit, ternyata sudah dianggap sebagai 'ajaran' kuno.
"Anggapan bahwa lebih baik tinggal di dalam rumah ketika cuaca luar sedang dingin bukan hanya salah, namun berbahaya," ujar pria yang juga direktur Penyakit Infeksi di Australian National University di Canberra.
Ia menganggap orang yang berada di dalam rumah justru lebih berpotensi untuk sakit. Menurutnya, bukan kondisi cuaca yang membuat seorang menjadi sakit. Namun, ia menganggap respon terhadap suhu dingin itulah yang menyebabkan sakit. Di dalam ruangan, virus justru lebih berpotensi untuk tersebar.
"Mereka yang tinggal di dalam rumah juga kurang mendapatkan vitamin D karena mereka tidak mendapatkan sinar matahari," ujar dia.
Dua profesor ahli penyakit menular di Australia mengatakan orang-orang yang pergi ke luar saat cuaca dingin dan hujan mendapatkan lebih banyak vitamin D sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk sakit flu.
Pakar lain, dari University of Sydney, mengingat percobaan yang dilakukan di Inggris beberapa tahun yang lalu. Profesor David Isaacs menceritakan bagaimana para peneliti dari Research Unit Common Cold di Salisbury menempatkan relawan di sebuah kolam renang di tengah musim dingin dan ternyata mereka tidak pilek.
"Dingin itu tidak menyebabkan anda menjadi demam," katanya. "Stres karena berada di dalam ruangan yang penuh sesak, jauh lebih berbahaya," ujar Isaacs.
Penelitian ini turut diamini oleh beberapa ibu. Miami Hazell, salah seorang ibu mengatakan anaknya menderita asma dan paru-paru kronis. Sang anak justru mendapat keuntungan ketika berada di luar ketika sedang hujan dan cuaca dingin.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Annette Sage. Ibu ketiga anak ini berkemah pada saat musim dingin. Keluarga itu bahkan berenang di laut, namun tak satupun anaknya yang mengalami sakit.
"Anggapan bahwa lebih baik tinggal di dalam rumah ketika cuaca luar sedang dingin bukan hanya salah, namun berbahaya," ujar pria yang juga direktur Penyakit Infeksi di Australian National University di Canberra.
Ia menganggap orang yang berada di dalam rumah justru lebih berpotensi untuk sakit. Menurutnya, bukan kondisi cuaca yang membuat seorang menjadi sakit. Namun, ia menganggap respon terhadap suhu dingin itulah yang menyebabkan sakit. Di dalam ruangan, virus justru lebih berpotensi untuk tersebar.
"Mereka yang tinggal di dalam rumah juga kurang mendapatkan vitamin D karena mereka tidak mendapatkan sinar matahari," ujar dia.
Dua profesor ahli penyakit menular di Australia mengatakan orang-orang yang pergi ke luar saat cuaca dingin dan hujan mendapatkan lebih banyak vitamin D sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk sakit flu.
Pakar lain, dari University of Sydney, mengingat percobaan yang dilakukan di Inggris beberapa tahun yang lalu. Profesor David Isaacs menceritakan bagaimana para peneliti dari Research Unit Common Cold di Salisbury menempatkan relawan di sebuah kolam renang di tengah musim dingin dan ternyata mereka tidak pilek.
"Dingin itu tidak menyebabkan anda menjadi demam," katanya. "Stres karena berada di dalam ruangan yang penuh sesak, jauh lebih berbahaya," ujar Isaacs.
Penelitian ini turut diamini oleh beberapa ibu. Miami Hazell, salah seorang ibu mengatakan anaknya menderita asma dan paru-paru kronis. Sang anak justru mendapat keuntungan ketika berada di luar ketika sedang hujan dan cuaca dingin.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Annette Sage. Ibu ketiga anak ini berkemah pada saat musim dingin. Keluarga itu bahkan berenang di laut, namun tak satupun anaknya yang mengalami sakit.
Ghiboo.com - Meningkatnya penggunaan smartphone dan tablet membuat para penjahat dunia maya mengalihkan target serangan. Banyak resiko yang dihadapi seperti malware mobile dan kehilangan data.Menurut Gartner, perusahan riset di bidang TI, penjualan smartphone akan melibihi 461 juta pada akhir tahun. Jumlah tersebut diprediksi melebihi pengiriman PC. Bahkan penjualan smartphoen dan tablet jika digabungkan angkanya 44% lebih besar dibanding pasar PC pada 2011.
Ledakan jumlah pengguna ini menarik perhatian penjahat dunia maya. Dan hasilnya terdapat pertumbuhan signifikan dari jumlah malware ponsel. Mulai dari malware yang hanya ingin mempermalukan penggunanya, malware yang sudah bersifat kriminal, yakni memanipulasi tagihan tarif premium, hingga malware yang mencuri informasi.
"Kecenderungannya data-data yang dicuri kemudian dijual di komunitas bawah tanah," ujar Raymond Goh, Director System Engineering Asia South Region Symantec, kemarin (15/12/2011) di Grand Indonesia, Jakarta.
Oleh Symantec, tahun 2011 dinilai sebagai tahun pertama kalinya malware ponsel dianggap sebagai ancaman bukan hanya bagi konsumer tapi juga perusahaan. (Aldy/Ghiboo.com)
Ghiboo.com - Kebiasaan minum teh di Jepang merupakan ritual tradisional dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chato atau cha no yu, kalau di luar ruangan disebut nodate.
Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh yang disebut Tea Master. Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Dihidangkan dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu.
Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir dan agama. Dalam menyajikan minuman, cangkir yang disediakan untuk tamu wanita dan pria juga berbeda.
Tea Master, orang yang menyiapkan teh memberikan cangkir (yang sebenarnya mangkok) tidak sembarangan, namun sesuai "kepribadian" para tamu, biasanya para lelaki diberi cangkir yang simple, dan para wanita diberi cangkir bunga.
Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchado.
Posisi dan teknis minum teh juga ada aturannya. Posisinya adalah seperti duduk di antara dua sujud pas sholat. Bagi yang tak terbiasa, ini adalah posisi yang tidak nyaman.
Selain itu, sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran! Jika lupa, ini dianggap sangat tidak sopan, dan tuan rumah akan sangat tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.
So, jika Anda berkesempatan dijamu orang Jepang, maka tidak bingung harus bersikap seperti apa.
(Berbagai sumber)
NEW YORK - Bersahabat memang tidak mengenal batas. Begitu pula dengan kedua hewan ini, gorila dan anak bebek ini menjadi teman baik. Para pengunjung di kebun binatang New York terkejut ketika melihat seekor bayi bebek mendekati gorila seberat 90 kilogram (kg) di kandangnya.
Pengunjung yang ketakutan bahwa gorila itu akan bertindak agresif terhadap bebek kecil itu hanya bisa menatap tanpa bisa melakukan apapun. Namun bukannya bertindak kasar terhadap bebek mungil itu, gorila setinggi 1,3 meter tersebut malah membiarkan bebek tersebut mondar-mandir di kandangnya.
Seperti dilansir Telegraph, gorila betina berusia 15 tahun yang bernama Fran itu bahkan terlihat sangat senang kedatangan tamu. Dia memeriksa bebek itu dengan menggunakan ranting kayu. "Saya datang ke kandang gorila ini ketika terjadi kegemparan di sini. Banyak anak kecil yang berteriak 'bebek, bebek' pada saat masuk ke kandang gorila tersebut," ujar Tom Warren (51), salah seorang pengunjung yang mengabadikan momen tersebut di Kebun Binatang Bronx.
"Bebek kecil tersebut tampaknya tidak terlihat diintimidasi oleh gorila besar itu. Saya sangat beruntung dapat menyaksikan momen indah di antara dua sahabat ini," pungkasnya. Bebek kecil itu pun akhirnya dipindahkan oleh pengawas kebun binatang ke lokasi yang lebih aman.(okezone.com)
Kehidupan yang makin penuh tuntutan membuat gaya hidup manusia semakin berubah. Bahkan beberapa hal sederhana yang dulu penting kini sering dilupakan.
Di tengah kesibukan dan nilai-nilai baru yang kita terima dari berbagai sumber, banyak hal kecil yang pelan-pelan ditinggalkan. Etika-etika ringan yang dulu penting, kini perlahan terlupakan atau bahkan sengaja disamarkan untuk kepentingan pribadi. Tentu saja Anda tak ingin dicap sebagai orang yang egois dan tidak peduli sekitar.
Maaf, terima kasih, tolong
Tiga kata ini sering kali lupa kita ucapkan kepada orang-orang di sekitar. Akan lebih baik menggunakan kata “tolong” saat meminta office boy atau asisten rumah tangga melakukan sesuatu untuk kita. Begitu juga sesudahnya, kata terima kasih kerap lupa diucapkan. Memang kesannya sepele, tapi orang yang dimintai bantuan akan merasa lebih dihargai jika Anda mau mengucapkan tolong dan terima kasih.
Saat bersenggolan di pusat perbelanjaan atau tak sengaja menginjak kaki orang saat berhimpitan di bus, seringkali terlihat orang tersebut hanya berpaling tanpa mengucap kata maaf. Tak ada yang dirugikan saat kata maaf terucap, yang ada justru perasaan lebih tenang. Kata maaf merupakan kata yang simpel namun seringkali sulit diucapkan. Jangan termakan gengsi saat mengucap kata maaf. Itu bisa membantu Anda memperbaiki hubungan dengan orang lain atau membuat suasana menjadi lebih damai.
Menatap mata
Pemandangan umum saat ini adalah, seseorang menatap ponselnya ketika berbicara dengan orang lain. Usahakanlah untuk selalu menatap lawan bicara Anda saat sedang berbicara atau memberikan instruksi. Tunda sesaat aktivitas di handphone Anda ketika sedang berbicara dengan seseorang. Menatap lawan bicara akan membuat mereka merasa lebih dihargai. Jika memang respon di ponsel Anda tidak bisa ditunda, sebaiknya komunikasikan hal tersebut dengan lawan bicara. Katakan "Maaf saya harus menjawab SMS penting ini terlebih dahulu," dan setelah itu lanjutkan pembicaraan.
Menahan pintu
Ini tindakan yang sangat simpel yang menunjukkan Anda menghargai orang lain. Saat hendak keluar atau masuk melalui pintu, usahakan tahan pintu untuk orang di belakang Anda. Tindakan kecil ini menunjukkan Anda orang yang perhatian dan menghargai orang lain di sekitar.
Masuk lift
Bahkan di perkantoran mewah, pemandangan ini sering terjadi. Seseorang langsung masuk ke lift ketika belum semua orang di lift keluar. Tindakan seperti ini justru membuat proses keluar-masuk lift lebih lama karena ada orang yang terhalang untuk keluar. Sebaiknya, tunggu sampai semua orang keluar baru Anda masuk ke dalam lift. Dengan begitu semua orang nyaman dan tidak perlu ada orang yang kesal dan mengumpat karena terhambat jalan keluarnya.
Berikan tempat duduk
Sering kali penumpang yang masih sanggup berdiri terlihat menduduki kursi yang seharusnya bisa diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Walau sejak sekolah dasar pelajaran ini sudah diberikan, tapi tetap saja masih banyak orang yang melupakannya. Wanita hamil, orang berusia lanjut, penyandang cacat, dan anak-anak sebaiknya diberikan prioritas untuk memperoleh tempat duduk. Bahkan di beberapa kendaraan umum sudah ada tanda untuk itu. Beberapa teman bahkan mengaku sering pura-pura tidur agar bisa tetap duduk walau ada yang lebih membutuhkan.
Posisikan diri Anda seperti orang tersebut, jika Anda merasa ingin duduk saat membawa bawaan berat, maka tak ada salahnya memberikan tempat duduk pada orang yang membawa bawaan berat saat bertemu di kendaraan umum.
Antre
Terburu-buru bukan alasan untuk memotong antrean dengan berbagai trik. Jika ada sekumpulan orang menunggu di depan lift, Anda tak bisa semena-mena menyerobot ke depan untuk mendapat giliran masuk. Bukan hanya Anda di dunia ini yang terburu-buru. Hargailah orang lain di sekitar. Anda tentu kesal jika antrean Anda diserobot. Jangan melakukan hal yang sama pada orang lain.
Memperkenalkan teman
Adakalanya kita lupa mengenalkan teman kita dengan teman baru saat bertemu di suatu tempat. Jika Anda pergi dengan ibu, lalu bertemu teman, kenalkanlah ibu Anda kepada teman. Begitu juga ketika Anda pergi bersama orang lain. Kenalkan teman Anda beserta hubungannya. Misalnya, "kenalkan ini Adam, kakak saya" atau "kenalkan ini Dina, teman kantor saya". Hal kecil tersebut membuat teman atau partner kita merasa dihargai karena diakui keberadaannya. Selain itu membuka pertemanan baru adalah hal yang baik.
Sibuk dengan telepon
Saat ada pertemuan penting atau beribadah, jangan lupa atur bunyi telepon seluler Anda agar tidak menganggu. Jika tidak terlalu penting sebaiknya jangan angkat telepon masuk saat sedang dalam pertemuan penting. Minta izin terlebih dahulu lalu tinggalkan ruangan jika memang harus mengangkat telepon.
Begitu juga dengan nada bicara, usahakan untuk tidak berbicara dengan suara keras saat Anda berada di tempat umum seperti mal, kantor, atau sekolah. Kehadiran ponsel pintar membuat banyak orang kini terbagi perhatiannya pada kegiatan yang sedang dilakukan. Saat sedang beribadah sebaiknya simpan rapat-rapat ponsel Anda di tas. Jangan pula membuat teman atau orang tua Anda kesal dengan terus memainkan ponsel saat berbicara dengan mereka.
Menyapa
Saat bertemu tetangga, berikan sapaan yang ramah. Jangan berlaku pura-pura tidak melihat ketika berpapasan dengan orang yang Anda kenal. Bangun hubungan baik hanya dengan teguran yang sederhana. Anda tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan orang tersebut. Karena itu tak ada salahnya bangun hubungan baik dengan tindakan-tindakan yang kecil namun berarti.
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A yang menimpa 90 siswa di SMKN 2 Sawangan dan tujuh siswa di SMAN 4 di Depok mengundang komentar dari Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih.
Endang mengatakan, sebetulnya virus Hepatitis A ada di mana-mana. Apalagi Indonesia merupakan negara endemis penyakit tersebut. Hepatitis A menular melalui makanan dan minuman yang kebersihannya kurang terjaga.
Oleh karena itu, setiap muncul kasus Hepatitis A, kata Endang, pasti menjadi KLB. Hal itu disebabkan sumber penularannya hanya dari satu sumber. Faktor penting yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Setiap tahun kasus Hepatitis A selalu ada.
Sebelumnya, pada Rabu (7/12), 104 santri Pondok Pesantren Assidiqiyah di Batu Ceper, Kota Tangerang mengalami pusing dan mual. Dari keterangan para siswa, mereka mulai merasa mual, pusing dan lemas usai mengonsumsi es yang mereka beli di kantin pondok pesantren.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Herry Suharyanto, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air, es teh, es mambo dan jajanan santri untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, bisa diketahui tiga hari ke depan.
Herry belum bisa memastikan apakah gejala yang dikeluhkan santri disebabkan oleh virus Hepatitis A. Namun, ia membantah jika terjadi keracunan. Pasalnya, tidak ada santri yang muntah.
"Sekolah harus memperhatikan kehigienisan dari kantinnya. Penjual makanan juga harus diperiksa kebersihannya secara berkala, karena bukan hanya bisa menyebabkan Hepatitis tapi juga diare," ujar Endang.
Ketika akan dikonfirmasi untuk mengetahui hasil pemeriksaan Dinkes terhadap sampel yang diambil dari Pondok Pesantren Assidiqiyah, baik Herry maupun Sekretaris Dinkes Kota Tangerang Wibisono sedang mengikuti rapat.
Liputan6.com, Serui: Diduga depresi, seorang anggota Kepolisian Resor Serui, Papua Barat, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Yosep Resubun, membakar rumah dinasnya, Selasa (13/12) petang waktu setempat. Yosep yang sengaja ikut membakar diri pun akhinya tewas terpanggang.
Berdasarkan keterangan Markas Besar Polri di Jakarta, saat Yosep membakar dirinya, sang istri dan anak berada di rumah. Namun, keduanya tidak ikut terbakar karena berhasil menyelamatkan diri.
"Mungkin mengalami depresi, membakar rumahnya. Di dalam rumah ada istri dan anaknya, tapi dapat menyelamatkan diri. Namun yang bersangkutan meninggal dunia," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di kantornya, Jakarta, Rabu (14/12).
Api sempat membesar dan merambat ke rumah dinas lainnya yang berdekatan. Dikabarkan, sedikitnya 12 rumah dinas di Asrama Polres Serui terbakar. Kerugian total akibat kebakaran itu diperkirakan lebih dari Rp 300 juta.(BJK/ANS)
Berdasarkan keterangan Markas Besar Polri di Jakarta, saat Yosep membakar dirinya, sang istri dan anak berada di rumah. Namun, keduanya tidak ikut terbakar karena berhasil menyelamatkan diri.
"Mungkin mengalami depresi, membakar rumahnya. Di dalam rumah ada istri dan anaknya, tapi dapat menyelamatkan diri. Namun yang bersangkutan meninggal dunia," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di kantornya, Jakarta, Rabu (14/12).
Api sempat membesar dan merambat ke rumah dinas lainnya yang berdekatan. Dikabarkan, sedikitnya 12 rumah dinas di Asrama Polres Serui terbakar. Kerugian total akibat kebakaran itu diperkirakan lebih dari Rp 300 juta.(BJK/ANS)
Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga adat Megoupak, Lampung mendatangi komisi III DPR. Mereka melakukan pengaduan mengenai adanya pembantaian masyarakat sipil oleh aparat yang terjadi sejak tahun 2009 hingga saat ini.
Berdasarkan pemantauan Tribunnews.com rombongan yang dipimpin oleh purnawirawan TNI Mayjen Saurip Kadi melakukan rapat dengan Komisi hukum DPR yang dipimpin oleh Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo.
Mereka meminta agar keadilan hukum ditegakkan setegak-tegaknya terutama mereka aparat yang melakukan pembantaian.
"Mohon menjadi kepedulian wakil rakyat agar pemerintahan ini diakhiri dengan cara-cara mafia, agar keadilan dapat ditegakkan setegak-tegaknya,"ujar Saurip Kadi di gedung DPR, Jakarta, Rabu(13/12/2011).
Sementara itu Ketua Tim Advokasi Lembaga Adat Magoupak, Bob Hasan menjelaskan mengenai kronologis adanya pembantaian dan kekerasan sadis di Lampung. Awalnya, kata Bob terjadi saat sebuah perusahaan bernama PT. Silva Inhutani milik warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng bermaksud melakukan perluasan lahan.
Hal itu dilakukan sejak tahun 2003, namun upaya PT. Silva Inhutani membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet selalu ditentang penduduk setempat.
"Penduduk yang tadinya menanam sengon, albasia dan lainnya menolak,"jelas Bob.
Akhirnya PT Silva Inhutani membentuk PAM Swakarsa yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk. Pascaadanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011.
Kurang lebih 30 orang sudah menjadi korban pembantaian sadis dengan cara ditembak, disembelih dan disayat-sayat. Sementara ratusan orang mengalami luka-luka dan diantara mereka ada yang mengalami trauma dan stres berat.
"Kejadian terjadi di Mesuji dan Sodong di Lampung paling ujung juga Tulang Bawang. Kalau penyembelihan itu terjadi awal Januari 2011,rincian korban 30 orang yang tewa sejak 2009-2011 dan ada beberapa orang stress karena melihat anggota keluarganya dibantai di hadapannya,"jelas Bob.
Saat agenda pertemuan, video pembantaian dipertontonkan, dalam video itu terlihat gambar adanya pembantaian sadis. Beberapa korban dari masyarakat ada yang disembelih kepalanya kemudian tubuhnya digantung di tiang.
Lalu, ada pula yang ditembak di kaki kemudian tembus ke otak kepalanya. Tontonan mengerikan itu sempat menjadi pusat perhatian. Anggota Komisi III DPR yang hadir terlihat takut dan enggan menontonnya.
"Sudah-sudah, ini mengerikan sekali ini,"ujar Anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga adat Megoupak, Lampung mendatangi komisi III DPR. Mereka melakukan pengaduan mengenai adanya pembantaian masyarakat sipil oleh aparat yang terjadi sejak tahun 2009 hingga saat ini.
Berdasarkan pemantauan Tribunnews.com rombongan yang dipimpin oleh purnawirawan TNI Mayjen Saurip Kadi melakukan rapat dengan Komisi hukum DPR yang dipimpin oleh Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo.
Mereka meminta agar keadilan hukum ditegakkan setegak-tegaknya terutama mereka aparat yang melakukan pembantaian.
"Mohon menjadi kepedulian wakil rakyat agar pemerintahan ini diakhiri dengan cara-cara mafia, agar keadilan dapat ditegakkan setegak-tegaknya,"ujar Saurip Kadi di gedung DPR, Jakarta, Rabu(13/12/2011).
Sementara itu Ketua Tim Advokasi Lembaga Adat Magoupak, Bob Hasan menjelaskan mengenai kronologis adanya pembantaian dan kekerasan sadis di Lampung. Awalnya, kata Bob terjadi saat sebuah perusahaan bernama PT. Silva Inhutani milik warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng bermaksud melakukan perluasan lahan.
Hal itu dilakukan sejak tahun 2003, namun upaya PT. Silva Inhutani membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet selalu ditentang penduduk setempat.
"Penduduk yang tadinya menanam sengon, albasia dan lainnya menolak,"jelas Bob.
Akhirnya PT Silva Inhutani membentuk PAM Swakarsa yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk. Pascaadanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011.
Kurang lebih 30 orang sudah menjadi korban pembantaian sadis dengan cara ditembak, disembelih dan disayat-sayat. Sementara ratusan orang mengalami luka-luka dan diantara mereka ada yang mengalami trauma dan stres berat.
"Kejadian terjadi di Mesuji dan Sodong di Lampung paling ujung juga Tulang Bawang. Kalau penyembelihan itu terjadi awal Januari 2011,rincian korban 30 orang yang tewa sejak 2009-2011 dan ada beberapa orang stress karena melihat anggota keluarganya dibantai di hadapannya,"jelas Bob.
Saat agenda pertemuan, video pembantaian dipertontonkan, dalam video itu terlihat gambar adanya pembantaian sadis. Beberapa korban dari masyarakat ada yang disembelih kepalanya kemudian tubuhnya digantung di tiang.
Lalu, ada pula yang ditembak di kaki kemudian tembus ke otak kepalanya. Tontonan mengerikan itu sempat menjadi pusat perhatian. Anggota Komisi III DPR yang hadir terlihat takut dan enggan menontonnya.
"Sudah-sudah, ini mengerikan sekali ini,"ujar Anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani.
Istilah notebook dan netbook sedikit membingungkan saya. Selain bentuknya yang jelas lebih kecil dan praktis, apa yang membedakan notebook dan netbook pada umumnya? Apakah saya juga bisa menonton film dengan visual berdefinisi tinggi di netbook?
Kristian Tjahjono menjawab, "Sebenarnya baik notebook dan netbook termasuk dalam kategori komputer jinjing yang fungsinya dibawa ke mana-mana. Hanya saja istilah netbook mengacu pada laptop yang menggunakan platform Intel Atom. Salah satu kelebihan platform ini adalah penggunaan daya yang sangat rendah dan harga yang amat terjangkau. Tentunya ini berimbas pada kinerjanya yang pas-pasan. Netbook cukup tangguh untuk dipakai browsing Internet, mengetik, memutar lagu, memutar video non Hi-Def, dan bermain game ringan. Notebook sendiri mengacu pada laptop yang lazim ditemukan dalam berbagai ukuran. Dibandingkan dengan netbook, notebook memiliki performa yang jauh lebih kencang dan hadir dalam berbagai spesifikasi."
Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Yap, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh dosen. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari dosen, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke dosen.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong dosen untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di kampus. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur - tak perlu detail - berarti kita sudah paham.
Tubuh kita membutuhkan tenaga untuk beraktivitas. Agar tubuh tidak mudah letih maka kita harus mempertahankan stamina supaya tetap prima. Nah, dalam tulisan kali ini saya ingin membagi beberapa tips yang dapat menyuplai tenaga penggerak tubuh kita. Silakan disimak baik-baik saran-saran dokter Merry:
Sarapan Pagi
Jangan pernah dilewatkan! Karena asupan saat sarapan pagi dapat mendorong metabolisme semakin kuat dan memberi energi untuk pembakaran melalui glukosa. Pilih aneka karbohidrat yang cocok dengan lidah anda; sereal, roti gandum atau nasi.
Asupan Air
Minum air putih dan segar secara rutin dan jadikan kebiasaan sehari-hari mulai dari bangun pagi hingga akan tidur. Ini untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan menghindari dehidrasi yang dapat mengurangi efisiensi fungsi otak.
Makanan Sehat
Selalu pilih makanan sehat. Dahulukan makanan segar dan hangat daripada makanan awet, kalengan atau junkfood. Makan yang cukup dan tepat waktu dengan pilihan kandungan yang memadai dapat menjaga asupan energi tubuh.
Kafein & Nikotin
Sedapat mungkin jauhi kafein dan nikotin. Minum kopi atau teh secara berlebihan dapat memunculkan perasaan gelisah dan emosi. Sedangkan nikotin menyedot oksigen dalam darah anda, sehingga membuat anda lebih cepat lelah.
Rehat & Rileks
Orang dewasa rata-rata membutuhkan waktu tidur antara 6-8 jam. Atur waktu rehat yang pas dengan aktivitas sehari-hari. Jangan lebih dan jangan kurang. Rileks pun mutlak dibutuhkan untuk menghilangkan stres dan meredakan lelah sehingga tenaga kembali berkumpul. Berlibur, jalan-jalan, mendengarkan musik atau aktivitas apapun yang membuat anda nyaman dan tenang.
Siapa bilang hidup sehat itu sulit? Mudah kok! Kita gak perlu diet berlebihan, olahraga mati-matian atau minum multivitamin tiap waktu. Terkadang mendengar kata diet saja sudah menakutkan di telinga, terbayang makanan apa saja yang tidak boleh dimakan. Atau berolahraga yang menyakitkan semata untuk mengeluarkan kalori lewat keringat yang mengucur deras. Tidak perlu seperti itu, yang penting kita menjalani pola hidup sehat secara wajar. Nah, disini dokter Merry merangkum beberapa tips untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
1. Warna Makanan
Mayoritas kita masih terpaku pada jumlah kalori yang terkandung dalam makanan. Padahal, warna makanan juga harus diperhatikan. Misalnya, warna hijau yang mewakili sayur-mayur dan merah, kuning atau jingga yang mewakili buah-buahan. Hindari makanan yang warnanya terlalu pucat dan pilih yang warnanya cerah dan segar.
2. Kudapan
Snack atau makanan kecil, dikenal juga dengan kudapan sangat diperlukan sebagai selingan waktu makan utama. Sebaiknya dikonsumsi pada jam 10 pagi dan jam 4 sore. Bentuknya bisa berupa roti gandum atau biskuit sayuran, sekedar mengisi perut yang kosong agar tidak terlalu kalap saat datangnya waktu makan.
3. Serat saat Sarapan
Perbanyak konsumsi serat saat sarapan sehingga membuat perut kenyang lebih lama. Pilihlah sereal atau oatmeal yang dipadu dengan pisang, kismis atau stroberi. Bisa juga roti gandum dengan selai kacang, nanas atau bluberi.
4. Camilan Buah
Saat libur, biasanya selera makan anda lebih besar disebabkan sedikitnya aktivitas yang dilakukan. Sediakan banyak jenis buah di lemari es untuk dijadikan camilan sehat saat menonton film, bercengkrama atau bersantai dengan keluarga.
5. Menahan Diri
Inilah hal terpenting, menahan dan mengontrol diri kita! Berhenti sebelum kenyang dan makan sesudah lapar. Jika sudah terbiasa maka akan terbentuk disiplin sehingga semua rangkaian ini akan membuat tubuh menjadi lebih sehat.
Ikuti ya, karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Mensana in Corpore Sano!
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Kabar terjadinya pembantaian orang utan (pongo pygmaeus) di Kalimantan terus mendapat sorotan. Pemerintah pun diminta segera menindak pelaku kekerasan dan pembunuhan terhadap binatang langka itu. Pasalnya, pelaku kekerasan terhadap hewan tidak pernah diseret ke pengadilan.
Diperkirakan orang utan yang terbunuh mencapai 2.400-12 ribu ekor. Angka tersebut didapat sejak 2004 hingga 2011. Padahal, populasi orang utan pada 2004 ada 50 ribu ekor. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah orang utan yang berhasil diselamatkan, karena kisaran hanya 1.200 ekor.
Centre for Orangutan Protection (COP) membeberkan bukti pembantaian orang utan Kalimantan di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pembantaian itu terjadi dalam kurun waktu 2009-2010.
"Bukti pembantaian orang utan itu sudah ada di depan mata. Pada 3 November 2011, satu orang utan jantan dewasa ditemukan terluka di kawasan perkebunan milik PT. Khaleda Agroprima Malindo, anak perusahaan Metro Kajang Holdings (MKH) Berhad di Muara Kaman, Kutai Kartanegara," ungkap Orangutan Campaigner dari COP, Daniek Hendarto dalam rilisnya yang diterima wartawam, Rabu (16/11).
Orang utan tersebut, jelas dia, disiksa dan mengalami patah tulang sehingga tidak mampu bergerak lebih jauh. Bukti ini sebenarnya sudah cukup bagi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menyeret manajemen perkebunan itu ke penjara sesuai dengan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Indikasi adanya kekuatan besar, diduga menjadi penyebab buntunya penyelidikan yang dilakukan pihak BKSDA Kaltim dan Polres Kutai Kartanegara untuk mengungkap dugaan pembantaian tersebut. Tidak ada alasan kasus ini tidak berjalan, karena kurangnya bukti dan saksi. "Orangutan yang terluka parah itu adalah bukti yang nyata di depan mata. BKSDA dan Polres dapat melakukan penyidikan terhadap manajemen PT. Khaleda," kata Daniek.
COP menyindir keseriusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melindungi orang utan. Padahal, saat Konferensi United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC) di Bali pada 10 November 2007 lalu, SBY menyatakan keseriusannya. Namun, kenyataannya tidak terbukti.
Pada 29 Oktober, Pusat Penelitian Hutan Tropis (PPHT) Unversitas Mulawarman Samarinda berhasil merekonstruksi kerangka orangutan yang diserahkan masyarakat dari kawasan perkebunan PT. Khaleda. Bukti itu melengkapi foto-foto pembantaian orangutan yang disebarkan oleh mantan karyawan yang sakit hati terhadap perusahaan kelapa sawit asal Malaysia tersebut, sehingga tidak ada alasan penyidik menyatakan masih kurang bukti.(dbs/ans)
Hari ini, 31 tahun silam. Kala itu musisi legendaris John Lennon baru saja kembali dari Record Plant Studio bersama istrinya, Yoko Ono. Suara tembakan tiba-tiba meledak. Mark David Chapman, seorang penggemar Lennon, menembak tubuh idolanya ini sebanyak lima kali. Empat peluru menembus tubuh Lennon, tembakan terakhir meleset.
Lennon segera dilarikan ke St. Luke's-Roosevelt Hospital Center. Lennon tiba di rumah sakit tanpa detak jantung, namun tim dokter berusaha menyelamatkan nyawanya dengan berbagai prosedur medis. Namun sayang, memang tak akan ada seorang pun yang dapat hidup lebih lama setelah mengalami peristiwa seperti itu.
Nama Lennon sudah mendunia. Tokoh yang terkenal dengan lagunya, Imagine yang menyuarakan perdamaian ini punya banyak sekali penggemar. Kematiannya menjadikan dia legenda dunia. Nama dan karya seni musiknya tetap dikenang sepanjang zaman.
Banyak cara dilakukan mereka untuk mengenang Lennon. Tahun 2000, John Lennon Museum dibuka di Saitama Super Arena, Jepang. Dan dua hari kemudian Liverpool mengubah nama bandar udaranya menjadi Bandar Udara John Lennon Liverpool, dengan slogan Above us only sky.
Tanggal 9 Oktober 2007, pada ulang tahun Lennon yang ke-67, Ono memutuskan membuat tugu peringatan Imagine Peace Tower, yang terletak di pulau Videy, Islandia. Setiap tahun, antara 9 Oktober dan 8 Desember, tugu ini menyalakan sinar lampu lurus ke langit.
Damailah dalam tidur panjangmu, Lennon! Semoga dunia bersatu tanpa perang dan kekerasan seperti yang kau inginkan, seperti yang kita semua inginkan :)
IMAGINE ALL THE PEOPLE... LIVING LIFE IN PEACE!
Setiap manusia memiliki emosi negatif dan positif. Jika tak bisa mengontrolnya, emosi akan menghancurkan kehidupan manusia itu sendiri.
Untuk itu, setiap manusia perlu memiliki kontrol terhadap emosinya. Menurut pakar penyembuhan melalui emosi (emotional healing), Irma Rahayu, emosi negatif seseorang tak bisa dihilangkan.
"Contoh emosi negatif itu adalah rasa marah, dendam dan sebagainya. Itu adalah hal yang manusiawi dan tidak bisa dihilangkan," kata Irma saat diwawancara Yahoo! Indonesia.
Menurut Irma, yang biasanya dilakukan para healer adalah menuntun pasien mereka agar bisa mengubah emosi negatif yang dirasakan menjadi sebuah motivasi.
Irma telah menjadi healer sejak 2008 lalu. Pasiennya memiliki masalah yang beragam. Mulai dari pengusaha yang bangkrut, pasangan yang bermasalah dalam pernikahannya dan masih banyak lagi.
"Semua masalah yang dialami manusia berkaitan dengan emosi. Emosi itu berupa energi. Terapi saya adalah mengubah emosi itu menjadi energi untuk kembali bangkit dari keterpurukan," tambah Irma.
Dalam membantu pasiennya, Irma memiliki dua bentuk kegiatan, yaitu terapi berkelompok juga individual. Uniknya, terapi individual yang dilakukan Irma tak seperti layaknya terapis lain yang bertemu pasien di sebuah ruangan yang tertutup.
"Saya lebih suka bertemu pasien di kafe, mal, dan sebagainya. Jadi mereka tak tampak layaknya orang yang memiliki masalah. Mereka menjadi lebih santai. pendekatan saya juga tidak seperti terapis, melainkan lebih seperti teman dan sahabat," ujarnya.
Irma tak bisa menjamin berapa lama seseorang harus mengikuti sesi terapi hingga dinyatakan sembuh. Menurutnya hal tersebut sangat tergantung dengan masing-masing orang.
"Tergantung berapa lama orang itu kuat kemauannya untuk kembali bangkit," pungkasnya lagi.
Irma Rahayu merupakan salah satu healer dalam Festival Namaste 2011 lalu.
Untuk itu, setiap manusia perlu memiliki kontrol terhadap emosinya. Menurut pakar penyembuhan melalui emosi (emotional healing), Irma Rahayu, emosi negatif seseorang tak bisa dihilangkan.
"Contoh emosi negatif itu adalah rasa marah, dendam dan sebagainya. Itu adalah hal yang manusiawi dan tidak bisa dihilangkan," kata Irma saat diwawancara Yahoo! Indonesia.
Menurut Irma, yang biasanya dilakukan para healer adalah menuntun pasien mereka agar bisa mengubah emosi negatif yang dirasakan menjadi sebuah motivasi.
Irma telah menjadi healer sejak 2008 lalu. Pasiennya memiliki masalah yang beragam. Mulai dari pengusaha yang bangkrut, pasangan yang bermasalah dalam pernikahannya dan masih banyak lagi.
"Semua masalah yang dialami manusia berkaitan dengan emosi. Emosi itu berupa energi. Terapi saya adalah mengubah emosi itu menjadi energi untuk kembali bangkit dari keterpurukan," tambah Irma.
Dalam membantu pasiennya, Irma memiliki dua bentuk kegiatan, yaitu terapi berkelompok juga individual. Uniknya, terapi individual yang dilakukan Irma tak seperti layaknya terapis lain yang bertemu pasien di sebuah ruangan yang tertutup.
"Saya lebih suka bertemu pasien di kafe, mal, dan sebagainya. Jadi mereka tak tampak layaknya orang yang memiliki masalah. Mereka menjadi lebih santai. pendekatan saya juga tidak seperti terapis, melainkan lebih seperti teman dan sahabat," ujarnya.
Irma tak bisa menjamin berapa lama seseorang harus mengikuti sesi terapi hingga dinyatakan sembuh. Menurutnya hal tersebut sangat tergantung dengan masing-masing orang.
"Tergantung berapa lama orang itu kuat kemauannya untuk kembali bangkit," pungkasnya lagi.
Irma Rahayu merupakan salah satu healer dalam Festival Namaste 2011 lalu.
REPUBLIKA.CO.ID, Jika ingin memberikan menu sehat dan lezat untuk keluarga, jangan lupa memasukan ikan di antara makanan yang Anda santap. Selain bermanfaat meningkatkan memori otak, ikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung pada wanita muda.
Ikan kaya asam lemak omega 3. Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal American Heart Association, ikan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Penelitian dilakukan pada wanita usia subur di Denmark. Mereka yang jarang atau tidak pernah makan ikan memiliki 50 persen lebih banyak masalah kardiovaskular daripada mereka yang makan ikan secara teratur.
Selain itu, mereka memiliki 90 persen risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Sebanyak 49 ribu wanita usia 15-49 tahun menjawab kuisioner tantang jenis makanan yang biasa dimakan, seberapa sering mereka makan ikan, gaya hidup dan riwayat keluarga.
Studi ini mengungkapkan bahkan wanita yang makan ikan beberapa kali sebulan cukup membawa pengaruh yang baik bagi kesehatan mereka. Mereka lebih jarang sakit.
"Wanita yang makan ikan menemukan hasil yang menggembirakan. Penting untuk ditekankan bahwa untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan dan minyak ikan, perempuan harus makan ikan setidaknya dua kali sepekan," kata peneliti utama, Marin Strom.
Ikan yang paling umum dikonsumsi oleh wanita dalam penelitian ini adalah ikan cod, salmon, herring, dan mackerel.
Ikan kaya asam lemak omega 3. Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal American Heart Association, ikan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Penelitian dilakukan pada wanita usia subur di Denmark. Mereka yang jarang atau tidak pernah makan ikan memiliki 50 persen lebih banyak masalah kardiovaskular daripada mereka yang makan ikan secara teratur.
Selain itu, mereka memiliki 90 persen risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Sebanyak 49 ribu wanita usia 15-49 tahun menjawab kuisioner tantang jenis makanan yang biasa dimakan, seberapa sering mereka makan ikan, gaya hidup dan riwayat keluarga.
Studi ini mengungkapkan bahkan wanita yang makan ikan beberapa kali sebulan cukup membawa pengaruh yang baik bagi kesehatan mereka. Mereka lebih jarang sakit.
"Wanita yang makan ikan menemukan hasil yang menggembirakan. Penting untuk ditekankan bahwa untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan dan minyak ikan, perempuan harus makan ikan setidaknya dua kali sepekan," kata peneliti utama, Marin Strom.
Ikan yang paling umum dikonsumsi oleh wanita dalam penelitian ini adalah ikan cod, salmon, herring, dan mackerel.
Langganan:
Postingan (Atom)













- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact